Pengertian, Sejarah dan Cara Mengatasi Perbedaan Ras dan Agama
Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki kekayaan yang beragam seperti ras dan agama.
Kali ini saya akan membahas tentang ras dan agama. Namun kita harus mengetahui arti dari ras dan agama terlebih dahulu sebelum berbicara lebih jauh.
Ras berasal dari bahasa Latin radix, "akar" adalah suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi besar dan berbeda melalui ciri fenotipe, asal usul geografis, tampang jasmani dan kesukuan yang terwarisi.
Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama memiliki narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta.
Untuk di Indonesia sendiri, masyarakatnya memiliki berbagai macam paradigma terhadap perbedaan ras dan agama. Ada sebagian yang pro dan pula sebagian yang kontra.
Namun beberapa kasus yang pernah terjadi menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih belum dapat mengatasi cara untuk menghargai perbedaan tersebut.
Saya ambil 2 contoh konflik SARA:
Konflik Agama di Ambon
Konflik berbau agama paling tragis meletup pada tahun 1999 silam. Konflik dan pertikaian yang melanda masyarakat Ambon-Lease sejak Januari 1999, telah berkembang menjadi aksi kekerasan brutal yang merenggut ribuan jiwa dan menghancurkan semua tatanan kehidupan bermasyarakat.
Konflik tersebut kemudian meluas dan menjadi kerusuhan hebat antara umat Islam dan Kristen yang berujung pada banyaknya orang meregang nyawa. Kedua kubu berbeda agama ini saling serang dan bakar membakar bangunan serta sarana ibadah.
Saat itu, ABRI dianggap gagal menangani konflik dan merebak isu bahwa situasi itu sengaja dibiarkan berlanjut untuk mengalihkan isu-isu besar lainnya. Kerusuhan yang merusak tatanan kerukunan antar umat beragama di Ambon itu berlangsung cukup lama sehingga menjadi isu sensitif hingga saat ini.
Tragedi Sampit , Suku Dayak vs Madura
Tragedi Sampit adalah konflik berdarah antar suku yang paling membekas dan bikin geger bangsa Indonesia pada tahun 2001 silam. Konflik yang melibatkan suku Dayak dengan orang Madura ini dipicu banyak faktor, di antaranya kasus orang Dayak yang didiuga tewas dibunuh warga Madura hingga kasus pemerkosaan gadis Dayak.
Warga Madura sebagai pendatang di sana dianggap gagal beradaptasi dengan orang Dayak selaku tuan rumah. Akibat bentrok dua suku ini ratusan orang dikabarkan meninggal dunia. Bahkan banyak di antaranya mengalami pemenggalan kepala oleh suku Dayak yang kalap dengan ulah warga Madura saat itu. Pemenggalan kepala itu terpaksa dilakukan oleh suku Dayak demi memertahankan wilayah mereka yang waktu itu mulai dikuasai warga Madura.
Dari kasus tersebut dapat kita lihat bahwa masih terdapat banyak kesalahpahaman dalam menghadapi perbedaan antar agama yang akibatnya hingga pada saat inipun masyarakat masih merasa belum benar-benar aman.
Ini juga berdampak kepada paradigma masyarakat yang akhirnya berpikir kalau perbedaan itu sulit untuk dipersatukan. Namun sekarang sudah mulai terlihat usaha dari masyarakat untuk hidup saling berdampingan dalam perbedaan.
Berikut ini adalah beberapa cara yang menurut saya dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini:
1.Berdoa kepada Tuhan
Semua yang baik sudah jelas berasal dari Tuhan, jadi ada baiknya kita berdoa kepada Tuhan agar membantu kita dalam segala hal.
2. Mengontrol emosi
Apabila kita dapat mengontrol emosi kita, pasti tidak akan terjadi salah paham yang tidak diinginkan.
3. Mengasihi dan menghormati orang lain
Kasihilah dan hormati sesamamu seperti anda mengasihi dan menghormati diri anda dan Tuhan tanpa memandang ras dan agama orang lain.
4. Positive thinking
Selalu berpikir positif dan menghilangkan pikiran-pikiran yang negatid terhadap orang lain. Jika ada orang yang berbeda ras dan agama, jangan langsung berpikir yang negatif tentang mereka, karena mereka juga ciptaan Tuhan.
Dengan melakukan yang sudah disebutkan tadi, maka tidak akan ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti masa lalu itu terjadi kembali.
Namun semua kembali pada pola pikir setiap orang, jika memang menginginkan sebuah kerukunan terjadi dalam sebuah perbedaan pasti hal itu dapat terwujud.
Kali ini saya akan membahas tentang ras dan agama. Namun kita harus mengetahui arti dari ras dan agama terlebih dahulu sebelum berbicara lebih jauh.
Ras berasal dari bahasa Latin radix, "akar" adalah suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi besar dan berbeda melalui ciri fenotipe, asal usul geografis, tampang jasmani dan kesukuan yang terwarisi.
Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama memiliki narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta.
Untuk di Indonesia sendiri, masyarakatnya memiliki berbagai macam paradigma terhadap perbedaan ras dan agama. Ada sebagian yang pro dan pula sebagian yang kontra.
Namun beberapa kasus yang pernah terjadi menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih belum dapat mengatasi cara untuk menghargai perbedaan tersebut.
Saya ambil 2 contoh konflik SARA:
Konflik Agama di Ambon
Konflik berbau agama paling tragis meletup pada tahun 1999 silam. Konflik dan pertikaian yang melanda masyarakat Ambon-Lease sejak Januari 1999, telah berkembang menjadi aksi kekerasan brutal yang merenggut ribuan jiwa dan menghancurkan semua tatanan kehidupan bermasyarakat.
Konflik tersebut kemudian meluas dan menjadi kerusuhan hebat antara umat Islam dan Kristen yang berujung pada banyaknya orang meregang nyawa. Kedua kubu berbeda agama ini saling serang dan bakar membakar bangunan serta sarana ibadah.
Saat itu, ABRI dianggap gagal menangani konflik dan merebak isu bahwa situasi itu sengaja dibiarkan berlanjut untuk mengalihkan isu-isu besar lainnya. Kerusuhan yang merusak tatanan kerukunan antar umat beragama di Ambon itu berlangsung cukup lama sehingga menjadi isu sensitif hingga saat ini.
Tragedi Sampit , Suku Dayak vs Madura
Tragedi Sampit adalah konflik berdarah antar suku yang paling membekas dan bikin geger bangsa Indonesia pada tahun 2001 silam. Konflik yang melibatkan suku Dayak dengan orang Madura ini dipicu banyak faktor, di antaranya kasus orang Dayak yang didiuga tewas dibunuh warga Madura hingga kasus pemerkosaan gadis Dayak.
Warga Madura sebagai pendatang di sana dianggap gagal beradaptasi dengan orang Dayak selaku tuan rumah. Akibat bentrok dua suku ini ratusan orang dikabarkan meninggal dunia. Bahkan banyak di antaranya mengalami pemenggalan kepala oleh suku Dayak yang kalap dengan ulah warga Madura saat itu. Pemenggalan kepala itu terpaksa dilakukan oleh suku Dayak demi memertahankan wilayah mereka yang waktu itu mulai dikuasai warga Madura.
Dari kasus tersebut dapat kita lihat bahwa masih terdapat banyak kesalahpahaman dalam menghadapi perbedaan antar agama yang akibatnya hingga pada saat inipun masyarakat masih merasa belum benar-benar aman.
Ini juga berdampak kepada paradigma masyarakat yang akhirnya berpikir kalau perbedaan itu sulit untuk dipersatukan. Namun sekarang sudah mulai terlihat usaha dari masyarakat untuk hidup saling berdampingan dalam perbedaan.
Berikut ini adalah beberapa cara yang menurut saya dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini:
1.Berdoa kepada Tuhan
Semua yang baik sudah jelas berasal dari Tuhan, jadi ada baiknya kita berdoa kepada Tuhan agar membantu kita dalam segala hal.
2. Mengontrol emosi
Apabila kita dapat mengontrol emosi kita, pasti tidak akan terjadi salah paham yang tidak diinginkan.
3. Mengasihi dan menghormati orang lain
Kasihilah dan hormati sesamamu seperti anda mengasihi dan menghormati diri anda dan Tuhan tanpa memandang ras dan agama orang lain.
4. Positive thinking
Selalu berpikir positif dan menghilangkan pikiran-pikiran yang negatid terhadap orang lain. Jika ada orang yang berbeda ras dan agama, jangan langsung berpikir yang negatif tentang mereka, karena mereka juga ciptaan Tuhan.
Dengan melakukan yang sudah disebutkan tadi, maka tidak akan ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti masa lalu itu terjadi kembali.
Namun semua kembali pada pola pikir setiap orang, jika memang menginginkan sebuah kerukunan terjadi dalam sebuah perbedaan pasti hal itu dapat terwujud.
"Letakkan ras dan agamamu di dalam dirimu sendiri dan jangan mengumbar hal-hal yang tidak perlu. Tuhan itu tidak buta dan akan selalu mengetahui siapa saja yang bisa membawa agamanya dengan baik"
LIFE PEACE
bagus bro.
BalasHapusapalagi yang tentang mengontrol emosi it harus di perhatikan lagi bro!
Thanks untuk komentarnya :)
Hapus